![]() |
| joelpantora/ist |
This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Showing posts with label Demo. Show all posts
Showing posts with label Demo. Show all posts
Monday, August 7, 2017
Monday, August 07, 2017
Habapelosok
SUKA MAKMUE (pantoranews) -
Akibat mengganggu kesehatan anak, ratusan warga
menggelar aksi protes terkait pembakaran limbah sawit PT Ensem Lestari
di Gampong Lamie Kec Darul Makmur, Nagan Raya, Senin 07 Agustus 2017.
Seorang warga Nagan Arifin menyebutkan, pembakaran limbah yang
sengaja dilakukan perusahaan diduga telah mengakibatkan gangguan
kesehatan bagi anak-anak di desa setempat. Akibatnya warga melakukan
protes keras.
“Setiap pembakaran janjang kosong di perusahaan itu selalu
mangakibatkan asap pekat. Sehingga menyebabkan anak-anak mengalami
gangguan pernafasan karena abu dan asap hinggap di pemukiman penduduk,”
katanya.
Menurut Arifin, pembakaran limbah janjang kosong PT Ensem Lestari
kerap dilakukan tanpa peduli kesehatan warga. Itu sebabnya Arifin
bersama penduduk setempat meminta pemerintah dan wakil rakyat guna
mengevaluasi sekaligus meminta pertanggung jawaban terkait kelakuan
perusahaan yang dinilai tak manusiawi.
Sementara Manager PT Ensem Lestari, Eri Awaluddin ketika dimintai
tanggapannya, hingga berita ini ditayangkan belum mendapat konfirmasi
darinya. (zjp)
Saturday, August 5, 2017
Saturday, August 05, 2017
Habapelosok
![]() |
| joelpantora |
MEULABOH (Pantoranews) – Rektor Universitas Teuku Umar, Prof Dr Jasman J Ma’ruf SE, MBA menanggapi terkait penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ia mengatakan bahwa Uang Kuliah Tunggal yang diterapkan di Universitas Teuku Umar (UTU) jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya.
Penetapan UKT ini berbeda antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya. Sesuai dengan jalur masuk calon mahasiswa tersebut. Hal ini disampaikan Rektor saat melakukan pengukuhan Ikatan Alumni Universitas Teuku Umar (IKA-UTU), Minggu (5/8/2017).
Kepada media ini Rektor menyampaikan, hanya 16,5 persen dari total mahasiswa baru UTU berjumlah 1.400 mahasiswa yang dikenakan UKT Kelompok V (2.400.000,-) yang merupakan mahasiswa baru yang diterima dari jalur mandiri atau jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN).
Sementara itu, bagi mahasiswa yang lulus dari jalur SNMPTN dan SBMPTN secara detail Rektor menyampaikan bahwa masing-masing dikenakan UKT Rp 0 sebanyak 21,43 yakni bagi mahasiswa Bidikmisi, UKT kelompok I (500.000,-) sebanyak 10,5 persen, UKT kelompok II (1.000.000,-) sebanyak sebanyak 17,5 persen, UKT kelompok III (1.300.000,-) sebanyak 23,21 persen, dan UKT kelompok IV (1.600.000,-) sebanyak 10,93 persen.
“Jadi secara umum, mayoritas mahasiswa UTU lebih dari 50 persen hanya membayar UKT maksimum 1 juta rupiah,” ungkap Prof Jasman.
Masih menurut rektor, sejauh ini UTU belum pernah menerapkan uang pembangunan atau lebih dikenalkan dengan istilah SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi) yang mayoritas kampus lain sudah menerapkan itu pada mahasiswa baru sejak sistem UKT diberlakukan yakni mulai tahun 2013.
“Hal ini mengingat bahwa mayoritas mahasiswa yang kuliah di UTU banyak yang berasal dari kalangan ekonomi menengah kebawah (fakir miskin). Sehingga kebijikan tersebut sampai hari ini belum diterapkan di kampus kebanggaan masyarakat Barat Selatan Aceh,” Tutup Rektor. (zjp)
Sunday, April 9, 2017
Sunday, April 09, 2017
Habapelosok
( Pantoranews) - Menghadapi kalian yang super bandel, berisik, dan sungguh keterlaluan. Terkadang, kehadiran mu segerombolan. membuat ku sangat menyebalkan rasanya.
Bahkan, Ingin rasa-rasanya ku bunuh kalian satu persatu. Kamu, mamak-bapak mu, adek, kakak, Abang, bahkan kakek-nenek mu sekalian.
Gegara kamu dan seluruh kerabat dekat mu. Kini, banyak saudara ku tersakiti, terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Tak sedikit dari mereka, yang terbunuh oleh kolega kalian.
Betapa pun kekar tubuh saudara-saudara ku. Namun, engkau dan koleni mu tak memperdulikan itu. Terkadang, banyak diantara golongan ku terpaksa mencari dan membunuh kalian satu persatu terlebih dahulu. Itu semua bukan tanpa alasan mereka melakukannya.
Mereka lakukan itu, hanyalah untuk memperkecil jumlah dari pada kalian. Ingat !! hanya untuk mempercilkan saja, tak lebih dari itu.
Namun, ketika musim hujan kembali berhenti. Tinggallah genangan air di selokan-selokan yang jorok itu, semak belukar, bahkan botol-botol bekas yang menggenangi air. Sungguh bahagia kalian, memanfaatkan momen tersebut untuk melipat gandakan regenerasi mu.
Duhai makhluk kecil, yang tak pernah membedakan bulu dan warna kulit kami. Berhentilah engkau sejenak, untuk tak menghisap darah-darah kami. Jangan sampai, instansi-instansi terkait mengerahkan bala bantuannya untuk memfogging, membasmi anak cucu kalian (Nyamuk). (zjp)
Sunday, January 1, 2017
Sunday, January 01, 2017
Habapelosok
![]() |
| joelpantora/int |
Pada suatu hari yang cerah, Raja Harun Ar-Rasyid dan para pengawalnya meninggalkan istana untuk berburu. Namun, di tengah perjalanan, salah satu pejabat kerajaan yang bernama Abu Jahil menyusul dengan terengah-engah di atas kudanya.
“Baginda… Baginda…. hamba mau mengusulkan sesuatu” katanya Abu Jahil mendekati sang Raja. “Apa usulm itu wahai Abu Jahil?... tanya Raja.
“Agar acara berburu ini menarik dan disaksikan banyak penduduk, bagaimana kalau kita sayembarakan saja?” ujar Abu Jahil dengan raut wajah serius.
Baginda Raja terdiam sejenak dan mengangguk-angguk.
![]() |
| joelpantora/int |
“Hamba ingin beradu ketangkasan dengan Abunawas, dan nanti pemenangnya akan mendapatkan sepundi uang emas. Tapi, kalau kalah, hukumannya adalah dengan memandikan kuda-kuda istana selama 1 bulan” tutur Abu Jahil meyakinkan Raja.
Akhirnya sang Raja menyetujui usulan Abu Jahil tersebut. Hitung-hitung sayembara itu akan memberikan hiburan kepadanya. Maka, dipanggillah Abunawas untuk menghadap, dan setelah menghadap Raja Harun, Abunawas pun diberi petunjuk panjang lebar.
Pada awalnya, Abunawas menolak sayembara tersebut karena ia tahu bahwa semua ini adalah akal bulus dari Abu Jahil yang ingin menyingkirkannya dari istana.
Tapi Baginda Raja Harun memaksa dan Abunawas tudak bisa menolak.
Ia tahu kalau Abu Jahil sekarang diangkat menjadi pejabat istana. Ia pasti mengerahkan semua anak buahnya untuk menyumbang seekor binatang buruannya di hutan nanti.
Namun , karena kecerdikannya, Abunawas malah tersenyum riang. Abu Jahil yang melihat perubahan raut muka Abunawas menjadi penasaran dbuatnya, batinnya berkata mana mungkin Abunawas bisa mengalahkan dirinya kali ini.
Akhirnya, Baginda menggiring mereka ke tengah alun-alun istana. Raja dan seluruh rakyat menunggu, siapa yang bakal menjadi pemenang dalam lomba berburu ini.
Terompet tanda mulai adu ketangkasan pun ditiup. Abu Jahil segera memacu kudanya secepat kilat menuju hutan belantara. Anehnya, Abunawas justru sebaliknya, dia dengan santainya menaiki kudanya sehingga para penonton banyak yang berteriak.
Menjelang sore hari, tampaklah kuda Abu Jahil memasuki pintu gerbang istana. Ia pun mendapat sambutan meriah dan tepuk tangan dari rakyat yang menyaksikannya. Di sisi kanan dan kiri kuda Abu Jahil tampak puluhan hewan yang mati terpanah. Abu Jahil dengan senyum bangga memperlihatkan semua binatang buruannya di tengah lapanangan.
“…Aku, Abu Jahil berhak memenangkan lomba ini. Lihat..binatang buruanku banyak. Mana mungkin Abunawas mengalahkanku?...” teriaknya lantang yang membuat para penonton semakin ramai bertepuk tangan.
Tidak berapa lama kemudian, terdengar suara kaki kuda Abunawas. Semua orang mentertawakan dan meneriakinya karena Abunawas tak membawa satu pun binatang buruan di kudanya.
Tapi, Abunawas tidak tampak gusar sama sekali. Ia malah tersenyum dan melambaikan tangan.
Baginda Raja menyuruh kepada 2 orang pengawalnya maju ke tengah lapangan dan menghitung jumlah binatang buruan yang didapatkan 2 peserta tersebut.
Dan kesempatan pertama, para pengawal menghitung jumlah binatang hasil buruan dari Abu Jahil.
“Tiga puluh lima ekor kelinci, ditambah lima ekor rusa dan dua ekor babi hutan, kata salah satu pengawal”.
“Kalau begitu akulah pemenangnya karena Abunawas tak membawa seekor binatangpun,” teriak Abu Jahil dengan sombongnya.
“Tenang… tenang…. aku membawa ribuan binatang. Jelaslah aku pemenangnya dan engkau wahai Abu Jahil, silahkan memandikan kuda-kuda istana. Menurut aturan lomba, semua binatang boleh ditangkap, yang penting jumlahnya,” kata Abunawas sambil membuka bambu kuning yang telah diisi dengan ribuan semut merah.
“Jumlahnya sangat banyak Baginda, mungkin ribuan, kami tak sanggup menghitungnya lagi,” kata pengawal kerajaan yang menghitung jumlah semut itu.
Melihat kenyataan itu, Abu Jahil tiba-tiba saja jatuh pingsan. Baginda Raja tertawa terpingkal-pingkal dan langsung memberi hadiah kepada Abunawas. Kecerdikan dan ketulusan hati pasti bisa mengalahkan kelicikan.
Tuesday, December 13, 2016
Tuesday, December 13, 2016
Habapelosok
![]() |
| AKSI DEMO : Ratusan warga melakukan aksi demo ke kantor BPN, DPRK, dan Bupati Nagan Raya, Selasa(12/4)./joelpantora |
SUKA MAKMUE - Ratusan masyarakat desa Cot Rambong Kecamatan
Kuala Pesisir dan warga Cot mee kecamatan Tadu Raya kembali melakukan
aksi Demo ke kantor BPN, Bupati, dan DPRK Nagan Raya, Selasa,(12/4).
Dalam Aksi tersebut masyarakat dari dua desa mendesak
kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah sengketa lahan yang
terjadi.
Sebelumnya, masyarakat dari dua desa tersebut sudah
melakukan aksi berkali-kali, bahkan dalam aksi sebelumnya, mereka sudah
pernah melakukan aksi hingga ke Provinsi.
Namun, hingga sekarang tidak ada titik penyelesaian yang
ditempuh oleh pemerintah kabupaten. Bahkan pemerintah kabupaten sampai
mengeluarkan izin penggarapan kembali kepada Perusahan PT. Fajar Baizuri
& Brothers. Padahal lahan tersebut masih bersengketa dengan ke dua
desa tersebut.
Saat warga melakukan aksi di kantor Bupati, tidak ada
respon sama sekali dari Bupati Nagan Raya. Bahkan, warga tidak
diperboleh masuk ke pekarangan kantor, dengan di hadang oleh petugas
keamanan.
"Samsuardi, selaku korlap meminta keadilan kepada
pemerintah kabupaten, dimana hak-hak mereka agar segera dikembalikan
seperti yang semestinya nya tercantum didalam HGU".
Masyarakat juga meminta kepada pemerintah agar segera
melakukan pengkuran tapal batas Gampong dengan PT. Fajar Baizuri &
Brothers. Apabila masalah persengketaan ini tidak kunjung diselesaikan,
maka masyarakat akan terus melakukan aksi besar-besaran.
ketika masyarakat melakukan aksi ke kantor DPRK, masyarakat disambut oleh beberapa anggota dewan.
Wakil Ketua I DPRK Nagan Raya, Samsuardi alias juragan
berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini agar tidak
berlarut-larut. Ia juga mendukung aksi yang dilakukan oleh masyarakat
untuk penyelesaian persengketaan lahan.
" Kamis, 14 April kita akan memanggil pihak perusahan dan
tokoh masyarakat dari kedua desa, untuk cooling down. Bahkan kita juga
meminta kepada pihak perusahaan untuk mencabut pengaduan ke pihak
kepolisian agar melepaskan empat warga yang ditahan". (zjp)
Subscribe to:
Posts (Atom)
RSS Feed
Twitter




