Tuesday, December 13, 2016

joelpantora/dok maulid

BANDA ACEH (Pantoranews) - Ikatan keluarga Nagan Raya (IKNR-Banda Aceh) dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya(IPELMASRA) memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ditaman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Minggu,(28/2).

Maulid Nabi yang bertemakan "Menteladani Sosok Rasulullah SAW Sebagai Pemimpin Ummat".
Maulid nabi adalah agenda rutin tahunan  IKNR dan IPELMASRA setiap tahunnya di Banda Aceh. Acara maulid tahun ini jauh lebih meriah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Dalam kesempatan ini Bapak Tripoli selaku Ketua IKNR yang didampingi Munawar Akbar ketua IPELMASRA "meminta kepada semua Mahasiswa, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarat Nagan Raya yang berada di kota Banda Aceh dan sekitarnya, dengan ada nya momen seperti ini, mari kita memanfaatkan untuk mempererat tali silaturrahmi".
Dalam kesempatan ini juga turut hadir Sekda Aceh bapak Dermawan, Sekretaris KIP Aceh Bapak Darmansyah, Wakil 1 DPRK Nagan Raya bapak Samsuardi, mewakili Bupati Nagan Raya diwakili oleh Kadis Syariat Islam bapak Abdul Kadir, juga turut dihadiri oleh tokoh-tokoh dan seluruh seluruh masyarakat Nagan Raya yang ada di kota Banda Aceh dan sekitarnya. (zjp)
joelpantora
SUKA MAKMUE (Pantoranews) - Hama Lalat semakin meresahkan masyarakat di beberapa kawasan di daerah Nagan Raya, Senin,(11/4).
Hewan berjenis Serangga ini yang kerap berada di lingkungan kotoran itu, sering menghinggapi sejumlah rumah penduduk.

Tidak sedikit warga yang merasa jijik dan risih dengan kehadiran hewan tersebut, terlebih lalat ini membawa efek buruk bagi kesehatan manusia.
Sejauh ini, masyarakat coba mengusir lalat dengan apa adanya, seperti membeli kertas lem lalat dengan harapan hewan ini agak sedikit berkurang di lingkungan tempat mereka tinggal.
Seperti yang disampai oleh salah seorang warga, "keberadaan lalat ini sangat mengganggu. Terlebih, memasuki musim hujan. Hewan ini semakin banyak masuk ke dalam rumah, dan hinggap ke makanan.

Dia mengaku sudah berupaya melakukan berbagai cara mencegah serangan lalat di kampungnya. Namun, tak ada hasil memuaskan, bahkan cenderung semakin banyak. Bahkan, lalat tersebut mampu hinggap di perkampungan warga hingga malam hari.
"T. Jamalul Amaluddin, Kadiskes Nagan Raya ketika dikonfirmasi pantoranews, keberadaan Lalat ini tidak selalu ada, namun ada musim-musim tertentu saja, dari dinas sendiri sudah pernah melakukan penyemprotan fooging dibeberapa lokasi". (zjp/ibr)
AKSI DEMO : Ratusan warga melakukan aksi demo ke kantor BPN, DPRK, dan Bupati Nagan Raya, Selasa(12/4)./joelpantora
SUKA MAKMUE - Ratusan masyarakat desa Cot Rambong Kecamatan Kuala Pesisir dan warga Cot mee kecamatan Tadu Raya kembali melakukan aksi Demo ke kantor BPN, Bupati, dan DPRK Nagan Raya, Selasa,(12/4).
Dalam Aksi tersebut masyarakat dari dua desa mendesak kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah sengketa lahan yang terjadi.
Sebelumnya, masyarakat dari dua desa tersebut sudah melakukan aksi berkali-kali, bahkan dalam aksi sebelumnya, mereka sudah pernah melakukan aksi hingga ke Provinsi.
Namun, hingga sekarang tidak ada titik penyelesaian yang ditempuh oleh pemerintah kabupaten. Bahkan pemerintah kabupaten sampai mengeluarkan izin penggarapan kembali kepada Perusahan PT. Fajar Baizuri & Brothers. Padahal lahan tersebut masih bersengketa dengan ke dua desa tersebut.
Saat warga melakukan aksi di kantor Bupati, tidak ada respon sama sekali dari Bupati Nagan Raya. Bahkan, warga tidak diperboleh masuk ke pekarangan kantor, dengan di hadang oleh petugas keamanan.
"Samsuardi, selaku korlap meminta keadilan kepada pemerintah kabupaten, dimana hak-hak mereka agar segera dikembalikan seperti yang semestinya nya tercantum didalam HGU".
Masyarakat juga meminta kepada pemerintah agar segera melakukan pengkuran tapal batas Gampong dengan PT. Fajar Baizuri & Brothers. Apabila masalah persengketaan ini tidak kunjung diselesaikan, maka masyarakat akan terus melakukan aksi besar-besaran.
ketika masyarakat melakukan aksi ke kantor DPRK, masyarakat disambut oleh beberapa anggota dewan.
Wakil Ketua I DPRK Nagan Raya, Samsuardi alias juragan berjanji akan segera menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut. Ia juga mendukung aksi yang dilakukan oleh masyarakat untuk penyelesaian persengketaan lahan.
" Kamis, 14 April kita akan memanggil pihak perusahan dan tokoh masyarakat dari kedua desa, untuk cooling down. Bahkan kita juga meminta kepada pihak perusahaan untuk mencabut pengaduan ke pihak kepolisian agar melepaskan empat warga yang ditahan". (zjp)

WARGA TANAM RANTING POHON : Warga memasang ranting pohon di tikungan Simpang Tiga PT. Socfindo pada ruas jalan yang berlubang, agar pengguna jalan raya tidak terperosok ke dalam lubang tersebut, Ahad(17.4).joelpantora
joelpantora
SUKA MAKMUE - Ruas jalan Nasional Meulaboh - Tapaktuan banyak rusak dan berlubang. Jalan rusak itu paling banyak di Desa Suak Puntong, kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Ahad, (17/4).
Kondisi seperti ini sangat mengancam pengguna jalan raya, sehingga masyarakat menanam cabang pohon di badan jalan sebagai tanda bahaya, agar pengendara tidak terperosok ke dalam lubang jalan.
Jalan yang berlubang tersebut terletak di tikungan simpang tiga, desa lueng Tuben, kecamatan Kuala Pesisir.
Salah seorang yang tidak ingin nama ditulis ketika diwawancarai mengatakan, "lubang ditikungan itu sulit sekali kita lihat kalau malam hari, karena kalau dari arah Meulaboh ke Tapaktuan, lubang itu letaknya setelah tikungan patah, apalagi dimalam hari kondisi nya gelap dikawasan ini".
Bapak Tarmalan selaku Kabid jalan Dinas Bina Marga, Nagan Raya. ketika dikonfirmasi Rakyat Aceh mengatakan "jalan rusak yang terletak di beberapa titik tersebut adalah wewenang Dinas Bina Marga Provinsi, karena itu lintas Nasional maka menjadi tanggup jawab Provinsi dan akan di biayai dengan dana APBN. (zjp/ibr)
FOTO BERSAMA : Para santri melakukan foto bersama dengan dewan guru setelah acara pengukuhan wisuda dilakukan. Sabtu,(23/4).
 joelpantora
KUTA BAROE (Pantoranews) - Pondok Pesantren Modern Babul Maghfirah kembali mewisudakan puluhan santri yang ke-VIII di tahun ajaran 2015/2016, tingkat menengah atas/ SMA sederajat, di desa Lam Alue Cut, kecamatan Kuta Baro - Aceh Besar. Sabtu, (23/4).
Turut hadir dalam acara wisuda santri yang ke VIII yaitu Muspika kecamatan Kuta Baroe, pengawas sekolah, Keuchik Lam Alue Cot, Kepala Sekolah MAS, MTsn Babul Maghfirah, perwakilan dari dayah Babun Najah, beserta dewan guru.
Kegiatan pengukuhan wisuda berjalan lancar yang dipimpin langsung oleh pimpinan Dayah Babul Maghfirah, Tgk.H. Masrul Aidi, Lc.
Bapak Agus selalu kepala sekolah dalam sambutannya didepan para orang tua/wali dan santri menyampaikan, selepas meninggalkan Pesantren, jangan cukup ilmu yang didapati disini, namun terus digali dan dikembangkan, semoga kelak bermanfaat untuk Nusa, Bangsa, Agama, dan paling tidak bisa bermanfaat untuk diri sendiri.
Pun demikian, "beliau berpesan kepada seluruh wisudawan agar selalu menjaga nama baik almamater Babul Maghfirah dimana alumni berada, baik nanti  kembali ke kampung halaman, maupun saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi."